Apa itu antibodi dan fungsinya?
Antibodi adalah protein berbentuk huruf Y yang diproduksi oleh sistem imun, tepatnya oleh sel B plasma, sebagai respons ketika tubuh mendeteksi kehadiran benda asing yang disebut antigen, misalnya protein di permukaan virus, bakteri, atau racun. Setiap antibodi dirancang sangat spesifik: bagian ujung dari huruf Y-nya (disebut Fab region) hanya akan berikatan dengan satu jenis antigen tertentu, sementara bagian ekornya (Fc region) bertugas berinteraksi dengan komponen imun lainnya. Kekhususan ini yang membuat sistem imun begitu presisi dalam menarget ancaman tanpa merusak sel tubuh sendiri.
Fungsi antibodi tidak hanya satu. Pertama, netralisasi: antibodi menempel di permukaan patogen dan memblokir kemampuannya untuk masuk ke sel. Kedua, opsonisasi: antibodi "melabeli" patogen sehingga lebih mudah dikenali dan ditelan oleh sel fagosit seperti makrofag. Ketiga, aktivasi komplemen: antibodi memicu serangkaian reaksi protein darah yang berujung pada penghancuran patogen secara langsung. Yang juga penting dipahami: antibodi inilah yang terbentuk setelah vaksinasi, memberi tubuh "memori" untuk merespons lebih cepat jika patogen yang sama datang lagi di kemudian hari.
Referensi:
Fernández-Quintero, M.L., et al. (2023). Structure and Dynamics Guiding Design of Antibody Therapeutics and Vaccines. Antibodies, 12(4), 67. DOI: 10.3390/antib12040067
Wilson, I.A. & Stanfield, R.L. (2021). 50 Years of structural immunology. Journal of Biological Chemistry, 296, 100745. DOI: 10.1016/j.jbc.2021.100745
Comments