Apa itu antioksidan dan radikal bebas?
Radikal bebas adalah molekul yang memiliki elektron tidak berpasangan, menjadikannya sangat reaktif dan tidak stabil. Tubuh memproduksi radikal bebas sebagai produk samping dari metabolisme normal, terutama di mitokondria saat menghasilkan energi, tapi juga dari paparan luar seperti polusi udara, asap rokok, radiasi UV, dan makanan yang diproses berlebih. Dalam jumlah kecil, radikal bebas sebenarnya punya peran fisiologis penting, misalnya dalam respons imun. Masalah muncul saat produksinya berlebihan dan tidak bisa diimbangi oleh sistem pertahanan tubuh yang disebut stres oksidatif.
Antioksidan adalah senyawa yang bertugas menetralkan radikal bebas sebelum mereka merusak komponen sel seperti DNA, protein, atau membran lemak. Tubuh punya sistem antioksidan enzimatis sendiri (seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase), tapi juga membutuhkan antioksidan dari luar melalui makanan, yaitu vitamin C, vitamin E, beta-karoten, polifenol dari buah dan sayur, dan sebagainya. Stres oksidatif kronis dikaitkan dengan penuaan dini dan berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan neurodegenerasi.
Perlu dicatat: konsumsi suplemen antioksidan dosis tinggi tidak selalu bermanfaat dan dalam beberapa konteks bisa kontraproduktif, misalnya menghambat adaptasi otot terhadap latihan.
Referensi:
Chaudhary, P., et al. (2023). Oxidative stress, free radicals and antioxidants: potential crosstalk in the pathophysiology of human diseases. Frontiers in Chemistry, 11, 1158198. DOI: 10.3389/fchem.2023.1158198
Chandimali, N., et al. (2025). Free radicals and their impact on health and antioxidant defenses: a review. Cell Death Discovery, 11, 28. DOI: 10.1038/s41420-024-02278-8
Comments