Apa itu Hypertrophy?
Hypertrophy adalah proses pembesaran sel otot (bukan penambahan jumlah sel). Ini adalah mekanisme utama di balik bertambahnya ukuran dan kekuatan otot akibat latihan beban yang konsisten.
Secara fisiologis, hypertrophy terjadi ketika Muscle Protein Synthesis (MPS) secara konsisten melebihi Muscle Protein Breakdown (MPB) dari waktu ke waktu, mengakibatkan akumulasi protein kontraktil (terutama aktin dan miosin) di dalam serat otot.
Terdapat dua jenis hypertrophy:
Myofibrillar hypertrophy: Pembesaran komponen kontraktil serat otot, menghasilkan otot yang lebih kuat dan padat.
Sarcoplasmic hypertrophy: Peningkatan volume cairan dan glikogen di dalam sel otot, menghasilkan otot yang lebih besar secara visual.
Latihan beban dengan progressive overload adalah stimulus utama hypertrophy. Nutrisi (terutama protein dan kalori cukup) serta pemulihan yang baik adalah dua pilar pendukung yang tidak bisa diabaikan.
Referensi:
Roberts MD, Haun CT, Vann CG, Osburn SC, Young KC. (2020). Sarcoplasmic Hypertrophy in Skeletal Muscle: A Scientific "Unicorn" or Resistance Training Adaptation? Frontiers in Physiology, 11, 816. DOI: 10.3389/fphys.2020.00816
Morton RW, Murphy KT, McKellar SR, et al. (2018). A systematic review, meta-analysis and meta-regression of the effect of protein supplementation on resistance training-induced gains in muscle mass and strength. British Journal of Sports Medicine, 52(6), 376-384. DOI: 10.1136/bjsports-2017-097608
Comments