top of page
Search

Apa itu lactose intolerance?

Jul 13
1 min read

Lactose intolerance adalah kondisi di mana tubuh tidak bisa mencerna laktosa (gula utama dalam susu dan produk turunannya) secara optimal karena kekurangan enzim laktase di usus kecil. Secara normal, laktase memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa yang mudah diserap. Ketika laktase tidak cukup, laktosa yang tidak tercerna masuk ke usus besar, di mana bakteri memfermentasinya dan menghasilkan gas serta asam. Inilah yang memicu gejala khas: kembung, mual, kram perut, dan diare setelah mengonsumsi produk susu. Penting dipahami bahwa ini bukan alergi susu karena mekanismenya berbeda, tidak melibatkan sistem imun.


Kondisi ini sebenarnya sangat umum secara global, terutama di populasi Asia, Afrika, dan Amerika Latin, karena sebagian besar manusia secara alami mengalami penurunan produksi laktase setelah masa bayi (disebut lactase non-persistence). Kemampuan mencerna laktosa hingga dewasa (lactase persistence) justru merupakan adaptasi genetik yang lebih umum di populasi Eropa Utara. Kadar toleransi laktosa juga sangat individual: banyak orang dengan laktose intolerance masih bisa mengonsumsi produk susu fermentasi seperti yogurt atau keju keras dalam jumlah tertentu tanpa masalah, karena kadar laktosanya sudah berkurang melalui proses fermentasi.


Referensi:


Borralho, A.I. & Marcos, P. (2025). Lactose Intolerance and Malabsorption Revisited: Exploring the Impact and Solutions. GE Portuguese Journal of Gastroenterology, 32(5), 350–357. DOI: 10.1159/000545923


Fassio, F., Facioni, M.S., & Guagnini, F. (2018). Lactose Maldigestion, Malabsorption, and Intolerance: A Comprehensive Review. Nutrients, 10(11), 1599. DOI: 10.3390/nu10111599

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page