Apa itu LDL?
LDL (Low-Density Lipoprotein) adalah partikel yang bertugas mengangkut kolesterol dari hati ke seluruh jaringan tubuh yang membutuhkannya, termasuk untuk membangun membran sel dan memproduksi hormon tertentu. Jadi secara fungsional, LDL bukan zat jahat secara bawaan. Masalah muncul ketika kadarnya berlebihan di darah: partikel LDL mulai menyusup ke lapisan dalam dinding arteri, teroksidasi, dan memicu respons peradangan. Proses inilah yang secara bertahap membentuk plak, yaitu penebalan dan pengerasan dinding arteri yang dikenal sebagai aterosklerosis.
Plak yang terus menumpuk lama-lama menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke jantung atau otak. Jika plak pecah, bisa terbentuk bekuan darah yang menyumbat arteri secara tiba-tiba, dan inilah mekanisme di balik serangan jantung dan stroke. Satu hal yang sering luput dari perhatian: bukan hanya angka total LDL yang penting, tapi juga ukuran partikelnya. LDL berukuran kecil dan padat (small dense LDL) terbukti jauh lebih mudah menyusup ke dinding arteri dan lebih rentan teroksidasi dibanding LDL berukuran besar, artinya dua orang dengan angka LDL yang sama belum tentu punya risiko kardiovaskular yang sama.
Referensi:
Stanciulescu, L.A., Scafa-Udriste, A., & Dorobantu, M. (2023). Exploring the Association between Low-Density Lipoprotein Subfractions and Major Adverse Cardiovascular Outcomes. International Journal of Molecular Sciences, 24(7), 6669. DOI: 10.3390/ijms24076669
Chary, A., Tohidi, M., & Hedayati, M. (2023). Association of LDL-cholesterol subfractions with cardiovascular disorders: a systematic review. BMC Cardiovascular Disorders, 23, 578. DOI: 10.1186/s12872-023-03578-0
Comments