Apa itu neurotransmitter?
Neurotransmitter adalah zat kimia yang digunakan oleh sel-sel saraf (neuron) untuk berkomunikasi satu sama lain. Cara kerjanya: ketika sinyal listrik mencapai ujung satu neuron, neurotransmitter dilepaskan ke celah sempit antara dua neuron yang disebut sinapsis, lalu ditangkap oleh reseptor di neuron berikutnya untuk meneruskan atau menghentikan sinyal tersebut. Contoh neurotransmitter yang paling dikenal antara lain dopamin (terkait motivasi dan rasa senang), serotonin (suasana hati dan tidur), GABA (penenang aktivitas otak), dan asetilkolin (memori dan kontraksi otot).
Gangguan pada keseimbangan neurotransmitter dikaitkan langsung dengan berbagai kondisi kesehatan mental dan neurologis. Kadar dopamin yang terlalu rendah berkaitan dengan Parkinson, terlalu tinggi dengan skizofrenia. Serotonin yang tidak seimbang dikaitkan dengan depresi, itulah mengapa obat antidepresan golongan SSRI bekerja dengan cara mencegah serotonin diserap kembali terlalu cepat. Artinya, banyak kondisi yang kita anggap "masalah pikiran" sebenarnya punya akar biokimia yang nyata di level neurotransmitter.
Referensi:
Teleanu, D.M., et al. (2022). Neurotransmitters — Key Factors in Neurological and Neurodegenerative Disorders of the Central Nervous System. International Journal of Molecular Sciences, 23(11), 5954. DOI: 10.3390/ijms23115954
Tsuboi, D., et al. (2024). Neuromodulator regulation and emotions: insights from the crosstalk of cell signaling. Frontiers in Molecular Neuroscience, 17, 1376762. DOI: 10.3389/fnmol.2024.1376762
Comments