top of page
Search

Apa itu obesitas?

Jul 13
1 min read

Obesitas adalah kondisi penumpukan lemak tubuh yang berlebihan hingga berdampak negatif pada kesehatan. Untuk populasi Asia termasuk Indonesia, standar yang digunakan berbeda dari standar global WHO. Berdasarkan kriteria Asia Pasifik, seseorang sudah dikategorikan overweight pada BMI ≥ 23 kg/m², dan obesitas pada BMI ≥ 25 kg/m² yang mana lebih rendah dari standar global (≥ 30 kg/m²). Alasannya: pada BMI yang sama, orang Asia cenderung memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan lemak viseral (lemak di dalam perut) yang lebih banyak dibandingkan orang Eropa, sehingga risiko metaboliknya sudah lebih tinggi meski berat badannya terlihat "normal" secara standar global. Penyebab obesitas sendiri bersifat multifaktorial dan melibatkan genetik, pola makan, aktivitas fisik, sistem hormon seperti leptin dan insulin, kondisi psikologis, hingga komposisi bakteri usus.


Yang membuat obesitas berbahaya bukan sekadar angka timbangan atau BMI-nya, tapi efek metabolik yang menyertainya. Lemak viseral yang berlebih secara aktif memproduksi zat-zat pro-inflamasi yang merusak sensitivitas insulin, mengganggu fungsi pembuluh darah, dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker. Inilah kenapa seseorang dengan BMI 25 yang lemaknya terpusat di perut bisa punya risiko metabolik yang jauh lebih tinggi dibanding seseorang dengan BMI 27 tapi komposisi tubuhnya lebih banyak otot. Obesitas saat ini diklasifikasikan sebagai penyakit kronis, bukan sekadar masalah estetika.


Referensi:


  • Tham, K.W., Abdul Ghani, R., Cua, S.C., et al. (2023). Obesity in South and Southeast Asia: A new consensus on care and management. Obesity Reviews, 24(2), e13520. DOI: 10.1111/obr.13520

  • Lin, X. & Li, H. (2021). Obesity: Epidemiology, Pathophysiology, and Therapeutics. Frontiers in Endocrinology, 12, 706978. DOI: 10.3389/fendo.2021.706978

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page