Apa itu Protein Digestibility? PDCAAS dan DIAAS
Protein Digestibility mengukur seberapa efisien protein dari suatu makanan dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Tidak semua protein diciptakan sama. Kualitas protein dinilai dari dua aspek: kelengkapan profil asam amino esensial dan seberapa besar proporsinya yang benar-benar dapat digunakan tubuh.
## PDCAAS (Protein Digestibility Corrected Amino Acid Score) PDCAAS adalah metode penilaian kualitas protein yang lama, menggunakan skor 0–1 (atau 0–100%). Whey, kasein, dan telur mendapat skor 1,0 (tertinggi). Kelemahannya, PDCAAS tidak memperhitungkan perbedaan penyerapan di usus kecil vs besar.
## DIAAS (Digestible Indispensable Amino Acid Score) DIAAS adalah metode terbaru yang lebih akurat karena mengukur penyerapan asam amino esensial secara individual di usus kecil. DIAAS dianggap lebih presisi dan kini direkomendasikan WHO/FAO. - Whey isolate mendapat DIAAS ~1,09 - Kedelai ~0,91 - Protein gandum hanya ~0,40
## Implikasi Praktis Implikasi praktisnya: protein hewani umumnya memiliki DIAAS lebih tinggi, namun protein nabati berkualitas tinggi (kedelai, pea+rice blend) tetap efektif jika dikonsumsi dalam jumlah cukup.
## Referensi Moughan PJ, Lim WXJ. Digestible indispensable amino acid score (DIAAS): 10 years on. Front Nutr. 2024;11:1389719. DOI: 10.3389/fnut.2024.1389719
Adhikari S, Schop M, de Boer IJM, Huppertz T. Protein Quality in Perspective: A Review of Protein Quality Metrics and Their Applications. Nutrients. 2022;14(5):947. DOI: 10.3390/nu14050947
Comments