Apa itu purin?
Purin adalah senyawa organik yang merupakan komponen dasar dari DNA dan RNA. Artinya, setiap sel di tubuh mengandung purin, dan setiap kali sel rusak atau diganti, purinnya akan dipecah. Selain dari produksi internal tubuh ini, purin juga masuk melalui makanan yang kita konsumsi, terutama dari sumber hewani berprotein tinggi seperti daging merah, jeroan, dan seafood. Bir juga mengandung purin dalam jumlah signifikan karena proses fermentasi ragi.
Ketika purin dipecah di dalam tubuh, produk akhirnya adalah asam urat. Pada sebagian besar mamalia selain manusia, asam urat ini bisa dipecah lebih lanjut menjadi senyawa yang lebih mudah dibuang, tapi manusia tidak punya enzim untuk melakukan itu. Itulah kenapa manusia lebih rentan terhadap hiperurisemia dibanding hewan lain. Pemahaman tentang kandungan purin dalam makanan penting bagi siapapun yang punya riwayat gout atau batu ginjal, karena membatasi asupan purin dari makanan adalah salah satu strategi pengelolaan yang terbukti efektif.
Referensi:
Timsans, J., Palomäki, A., & Kauppi, M. (2024). Gout and Hyperuricemia: A Narrative Review of Their Comorbidities and Clinical Implications. Journal of Clinical Medicine, 13(24), 7616. DOI: 10.3390/jcm13247616
Comments