Apa itu urea?
Urea adalah senyawa buangan nitrogen yang terbentuk ketika tubuh memecah protein, baik dari makanan maupun dari jaringan tubuh sendiri yang sudah tidak terpakai. Ketika asam amino dimetabolisme, salah satu produk sampingnya adalah amonia (NH₃), zat yang cukup beracun jika dibiarkan menumpuk di darah. Untuk mengatasinya, hati mengubah amonia ini menjadi urea melalui serangkaian reaksi yang disebut siklus urea, sebuah proses detoksifikasi yang berlangsung terus-menerus, terutama setelah kita mengonsumsi makanan tinggi protein.
Urea yang sudah terbentuk kemudian diangkut lewat aliran darah menuju ginjal dan dibuang keluar tubuh melalui urin. Inilah kenapa kadar urea dalam darah (dikenal sebagai BUN atau Blood Urea Nitrogen) dijadikan salah satu penanda fungsi ginjal dalam pemeriksaan darah rutin. Jika ginjal tidak bekerja optimal, urea menumpuk dan kadar BUN naik. Di sisi lain, BUN yang terlalu rendah bisa mengindikasikan asupan protein yang sangat kurang atau masalah pada fungsi hati. Bagi yang aktif berolahraga atau mengonsumsi protein tinggi, produksi urea memang akan meningkat, dan ini normal selama ginjal sehat dan hidrasi tercukupi.
Referensi:
1. Urea cycle dysregulation: a new frontier in cancer metabolism and immune evasion. Cell Communication and Signaling (2025). DOI: 10.1186/s12964-025-02328-3
2. Khandelwal, S., et al. (2023). Urea cycle disorders — update. Endocrinology and Metabolism Clinics of North America, 52(2), 259–275. DOI: 10.1016/j.ecl.2022.10.009
Comments