Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan Protein?
Kekurangan protein dapat mengganggu berbagai fungsi penting tubuh, seperti pembentukan dan perbaikan jaringan, fungsi sistem kekebalan tubuh, serta produksi enzim dan hormon.
Tanda dan Gejala Kekurangan Protein
Kekurangan protein dapat ditandai dengan beberapa perubahan pada tubuh, seperti:
Kelelahan dan penurunan performa fisik
Tubuh kekurangan energi karena otot tidak mendapatkan cukup protein untuk pemulihan dan pertumbuhan.
Penurunan massa otot
Otot menjadi lemah dan mudahmemecah jaringan otot untuk memenuhi kebutuhan protein.
Masalah kulit dan rambut
Kulit menjadi kering, bersisik, dan rambut mudah rontok karena protein penting untuk regenerasi sel kulit dan folikel rambut.
Sistem kekebalan tubuh melemah
Tubuh lebih mudah sakit karena produksi antibodi tidak optimal.
Dampak Jangka Panjang Kekurangan Protein
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kekurangan protein dapat menyebabkan:
Gangguan pertumbuhan pada anak-anak
Kekurangan protein dapat menyebabkan stunting atau pertumbuhan terhambat.
Gangguan fungsi organ
Kerusakan hati dan ginjal akibat terganggunya proses detoksifikasi dan metabolisme.
Masalah mental dan kognitif
Penurunan konsentrasi dan gangguan suasana hati akibat terganggunya produksi neurotransmitter.
Risiko penyakit kronis meningkat
Sistem kekebalan yang lemah membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan penyakit kronis.
Cara Mengatasi Kekurangan Protein
Mengatasi kekurangan protein dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:
Konsumsi Makanan Kaya Protein
Pilih sumber protein seperti daging tanpa lemak (ayam, sapi, ikan), telur, susu, yogurt, keju, kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, dan tempe.
Perhatikan Porsi dan Frekuensi Makan
Pastikan asupan protein terpenuhi secara konsisten dengan memasukkan sumber protein dalam setiap makan utama dan camilan.
Kombinasikan Protein dengan Nutrisi Lain
Lengkapi pola makan dengan karbohidrat, lemak sehat, sayur, dan buah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Konsultasi dengan Ahli Gizi atau Dokter
Jika mengalami gejala kekurangan protein yang serius, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Tips Menjaga Kesehatan dan Performa dengan Protein
Rutin berolahraga untuk membantu tubuh menggunakan protein secara efektif dalam membangun otot.
Minum cukup air agar proses metabolisme protein berjalan lancar.
Hindari diet ekstrem yang menghilangkan kelompok makanan penting seperti protein.
Perhatikan kebutuhan protein sesuai usia dan aktivitas agar asupan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), usia 19-49 tahun membutuhkan asupan protein sebanyak 65 gram /hari untuk laki-laki dan 60 gram/hari untuk perempuan.
Key Takeaways
Kekurangan protein dapat menyebabkan kelelahan, penurunan massa otot, dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kekurangan protein dapat mengganggu pertumbuhan dan berbagai fungsi tubuh.
Memahami kebutuhan protein dari berbagai sumber makanan dapat membantu menjaga kesehatan dan fungsi tubuh.
Referensi:
Wu G. 2016. Dietary protein intake and human health. Food Funct., 7, 1251
Stokes, T. et al. (2018). How much protein can the body use in a single meal for muscle-building? Implications for daily protein distribution. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 15(10). DOI: https://doi.org/10.1186/s12970-018-0215-1
AKG. 2019. Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019.
Comments