Apakah Konsumsi Tinggi Protein dapat Memengaruhi Kesehatan Ginjal? (3)
Protein berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Namun, konsumsi protein dalam jumlah tinggi sering menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap kesehatan ginjal, terutama pada orang yang menjalani diet tinggi protein.
Key Takeaways
Konsumsi protein tinggi tidak otomatis menyebabkan kerusakan ginjal pada orang dengan fungsi ginjal yang sehat.
Penuhi kebutuhan protein sekitar 0,8 g/kg berat badan per hari dan sesuaikan dengan aktivitas serta kondisi tubuh.
Jika memiliki gangguan atau risiko penyakit ginjal, konsultasikan kebutuhan protein dengan tenaga kesehatan.
Pilih beragam sumber protein dan terapkan pola makan seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Bagaimana Ginjal Bekerja dalam Memproses Protein?
Ginjal menyaring produk limbah dari pemecahan protein melalui urin. Saat protein dicerna, tubuh memecahnya menjadi asam amino yang digunakan untuk berbagai fungsi, sementara sisa metabolisme seperti urea perlu disaring dan dikeluarkan oleh ginjal.
Peningkatan asupan protein membuat ginjal menyaring lebih banyak produk limbah dari pemecahan protein. Pada orang dengan fungsi ginjal yang sehat, ginjal dapat menyesuaikan diri terhadap peningkatan beban tersebut.
Bagaimana Pengaruh Konsumsi Protein terhadap Fungsi Ginjal?
Sebuah meta-analisis terhadap 28 studi dengan total 1.358 peserta menunjukkan bahwa asupan protein tinggi tidak memengaruhi perubahan laju filtrasi glomerulus (GFR), salah satu indikator fungsi ginjal, pada orang dewasa sehat.
Meskipun laju filtrasi glomerulus setelah intervensi sedikit lebih tinggi pada kelompok dengan asupan protein tinggi, perubahan laju filtrasi glomerulus sebelum dan setelah intervensi tidak berbeda secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa asupan protein tinggi tidak berdampak buruk terhadap fungsi ginjal berdasarkan laju filtrasi glomerulus pada orang dewasa sehat.
Namun, bagi orang yang sudah memiliki gangguan ginjal, konsumsi protein berlebih dapat mempercepat kerusakan ginjal. Ini yang seringkali luput dari perhatian. Ginjal yang sudah terganggu tidak mampu mengatasi beban limbah protein yang tinggi, sehingga dapat memperburuk kondisi.
Siapa yang Harus Waspada dengan Konsumsi Protein Tinggi?
Orang dengan gangguan atau risiko penyakit ginjal perlu lebih berhati-hati dalam mengatur asupan protein. Kelompok yang perlu mendapat perhatian meliputi:
Orang dengan penyakit ginjal kronis
Mereka harus membatasi asupan protein sesuai anjuran dokter untuk mengurangi beban ginjal.
Orang dengan risiko gangguan ginjal
Misalnya, penderita diabetes atau hipertensi yang belum mengalami kerusakan ginjal, perlu memantau kondisi ginjalnya.
Orang dengan kebiasaan konsumsi protein sangat tinggi
Seperti atlet binaraga yang mengonsumsi suplemen protein dalam jumlah besar, sebaiknya rutin memeriksakan fungsi ginjal.
Bagaimana Cara Mengonsumsi Protein dengan Aman untuk Ginjal?
Agar konsumsi protein tidak membebani ginjal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Pilih sumber protein berkualitas
Seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, dan kacang-kacangan yang juga mengandung nutrisi lain.
Sesuaikan kebutuhan protein dengan aktivitas dan kondisi tubuh
Rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari. Atlet atau orang dengan aktivitas fisik tinggi mungkin membutuhkan lebih, tetapi tetap dalam batas wajar. Orang yang ingin memaksimalkan massa otot bisa mengonsumsi hingga 2,2 gram per kg BB.
Perbanyak konsumsi air putih
Air membantu ginjal membuang limbah protein lebih efisien.
Contoh Diet Tinggi Protein yang Sehat
Misalnya, seseorang dengan berat badan 70 kg yang aktif secara fisik mungkin membutuhkan sekitar 1,2-1,5 gram protein per kilogram berat badan. Ini berarti sekitar 84-105 gram protein per hari. Contoh menu harian:
Sarapan: Telur orak-arik dengan sayuran dan roti gandum (20 gram protein)
Makan siang: Dada ayam panggang dengan nasi merah dan sayur (30 gram protein)
Camilan: Greek yogurt dan kacang almond (15 gram protein)
Makan malam: Ikan salmon dengan kentang dan brokoli (30 gram protein)
Menu ini memberikan protein cukup tanpa berlebihan, sekaligus menyediakan nutrisi seimbang.
Apa Tanda Gangguan Fungsi Ginjal?
Jika ginjal mulai mengalami masalah akibat beban kerja berlebih, beberapa tanda yang mungkin muncul adalah:
Pembengkakan pada kaki atau tangan
Kelelahan yang tidak biasa
Perubahan warna atau frekuensi urin
Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan
Jika mengalami gejala tersebut, segera konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan fungsi ginjal.
Ref:
Wu G. 2016. Dietary protein intake and human health. Food Funct., 7, 1251. DOI: 10.1039/c5fo01530h
Kamyar Kalantar-Zadeh, Holly M Kramer, Denis Fouque, High-protein diet is bad for kidney health: unleashing the taboo, Nephrology Dialysis Transplantation, Volume 35, Issue 1, January 2020, Pages 1–4, https://doi.org/10.1093/ndt/gfz216
Ahmed, Khalil, et al. "Chronic kidney disease: Causes, treatment, management, and future scope." Computational Intelligence for Genomics Data. Academic Press, 2025. 99-111.
Devries, M. C., Sithamparapillai, A., Brimble, K. S., Banfield, L., Morton, R. W., & Phillips, S. M. (2018). Changes in Kidney Function Do Not Differ between Healthy Adults Consuming Higher- Compared with Lower- or Normal-Protein Diets: A Systematic Review and Meta-Analysis. The Journal of nutrition, 148(11), 1760–1775. https://doi.org/10.1093/jn/nxy197
Comments