Apakah Konsumsi Tinggi Protein dapat Memengaruhi Kesehatan Ginjal? (7)
Konsumsi protein dalam jumlah banyak sering menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap kesehatan ginjal, terutama pada orang yang menjalani diet tinggi protein.
Bagaimana Ginjal Bekerja dalam Memproses Protein?
Ginjal membantu membuang produk sisa metabolisme protein, terutama urea, melalui urine. Saat protein dicerna, tubuh memecahnya menjadi asam amino untuk berbagai fungsi fisiologis. Kelebihan asam amino kemudian diuraikan dan menghasilkan urea yang perlu dikeluarkan oleh ginjal.
Peningkatan asupan protein juga meningkatkan jumlah produk sisa yang perlu diproses dan dikeluarkan oleh ginjal. Pada orang dengan fungsi ginjal yang sehat, ginjal mampu beradaptasi terhadap peningkatan beban filtrasi tersebut.
Bagaimana Pengaruh Konsumsi Protein terhadap Fungsi Ginjal?
Pada orang dewasa sehat, konsumsi protein dalam jumlah tinggi tidak terbukti menurunkan fungsi ginjal. Sebuah meta-analisis terhadap 28 studi dengan total 1.358 peserta menunjukkan bahwa asupan protein tinggi tidak menyebabkan perubahan signifikan pada laju filtrasi glomerulus (GFR), salah satu parameter untuk menilai fungsi renal.
Pada orang dengan gangguan fungsi ginjal, kondisi tersebut berbeda. Penurunan fungsi ginjal memengaruhi kemampuan tubuh dalam membuang produk sisa metabolisme. Karena itu, jumlah asupan protein pada penderita penyakit ginjal disesuaikan dengan kondisi dan tingkat fungsi ginjal.
Siapa yang Harus Waspada dengan Konsumsi Protein Tinggi?
Kelompok yang perlu mendapat perhatian meliputi:
Orang dengan penyakit ginjal kronis
Kebutuhan protein perlu disesuaikan dengan stadium penyakit dan fungsi ginjal untuk membantu mengendalikan beban produk sisa metabolisme protein.
Orang dengan risiko gangguan ginjal
Penderita diabetes atau hipertensi memerlukan pemantauan fungsi ginjal, terutama ketika mengonsumsi protein dalam jumlah tinggi.
Orang dengan kebiasaan konsumsi protein sangat tinggi
Termasuk atlet atau individu yang mengonsumsi suplemen protein dalam jumlah besar. Asupan protein disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan.
Bagaimana Cara Mengatur Asupan Protein?
Agar konsumsi protein tidak membebani ginjal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Pilih sumber protein berkualitas
Konsumsi ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan, dan sumber protein lainnya sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Sesuaikan kebutuhan protein dengan aktivitas dan kondisi tubuh
Kebutuhan protein dipengaruhi oleh usia, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 0,8 g/kg berat badan per hari, sedangkan kebutuhan atlet dan individu dengan kondisi tertentu dapat berbeda. Orang yang ingin memaksimalkan massa otot bisa mengonsumsi hingga 2,2 gram per kg BB.
Perbanyak konsumsi air putih
Air membantu ginjal membuang limbah protein lebih efisien.
Contoh Diet Tinggi Protein yang Sehat
Misalnya, seseorang dengan berat badan 70 kg yang aktif secara fisik mungkin membutuhkan sekitar 1,2-1,5 gram protein per kilogram berat badan. Ini berarti sekitar 84-105 gram protein per hari. Contoh menu harian:
Sarapan: Telur orak-arik dengan sayuran dan roti gandum (20 gram protein)
Makan siang: Dada ayam panggang dengan nasi merah dan sayur (30 gram protein)
Camilan: Greek yogurt dan kacang almond (15 gram protein)
Makan malam: Ikan salmon dengan kentang dan brokoli (30 gram protein)
Menu tersebut menyediakan protein dari berbagai sumber serta karbohidrat, sayuran, dan lemak sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Apa Tanda Gangguan Fungsi Ginjal?
Gangguan fungsi ginjal dapat ditandai oleh beberapa perubahan pada kondisi tubuh dan pola buang air kecil, seperti:
Pembengkakan pada kaki atau tangan
Kelelahan yang tidak biasa
Perubahan warna atau frekuensi urin
Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan
Pemeriksaan fungsi ginjal melalui evaluasi medis dan pemeriksaan laboratorium membantu mengetahui kondisi ginjal secara lebih akurat.
Key Takeaways
Asupan protein tinggi tidak terbukti menurunkan fungsi ginjal pada orang dengan fungsi ginjal yang sehat.
Penuhi kebutuhan protein sekitar 0,8 g/kg berat badan per hari dan sesuaikan dengan aktivitas serta kondisi tubuh.
Penderita penyakit atau gangguan fungsi ginjal membutuhkan pengaturan asupan protein berdasarkan kondisi dan fungsi ginjal.
Ref:
Wu G. 2016. Dietary protein intake and human health. Food Funct., 7, 1251. DOI: 10.1039/c5fo01530h
Kamyar Kalantar-Zadeh, Holly M Kramer, Denis Fouque, High-protein diet is bad for kidney health: unleashing the taboo, Nephrology Dialysis Transplantation, Volume 35, Issue 1, January 2020, Pages 1–4, https://doi.org/10.1093/ndt/gfz216
Ahmed, Khalil, et al. "Chronic kidney disease: Causes, treatment, management, and future scope." Computational Intelligence for Genomics Data. Academic Press, 2025. 99-111.
Devries, M. C., Sithamparapillai, A., Brimble, K. S., Banfield, L., Morton, R. W., & Phillips, S. M. (2018). Changes in Kidney Function Do Not Differ between Healthy Adults Consuming Higher- Compared with Lower- or Normal-Protein Diets: A Systematic Review and Meta-Analysis. The Journal of nutrition, 148(11), 1760–1775. https://doi.org/10.1093/jn/nxy197
Comments